Tanah Lot, Tempat Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi

Header Menu


Tanah Lot, Tempat Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi

GenMils
Sabtu, 01 Desember 2018

Suasana sanset di Tanah Lot, Bali (Dok Pribadi)


MENJELAJAHI Bali adalah impian sebagian besar traveler. Alamnya yang eksotis, budayanya yang mempesona, dan masyarakatnya yang ramah serta kreatif, membuat orang tergila-gila berkunjung ke Bali. Tempat wisata di Bali yang sangat beragam membuat wisawatan selalu menyerbu daerah ini.

Tempat wisata di Bali sangat beragam, mulai wisata pantai, budaya, religi, kuliner, dan yang lainnya. Saya harus katakan, jangan dulu mati sebelum ke Bali. Tubuh kita jangan dulu terbenam sebelum melihat matahari terbenam di Pulau Dewata ini.

Untuk bisa menikmati proses matahari terbenam atau sunset, sangat banyak spot yang bagus di Bali. Namun saya lebih merekomendasikan traveler menikmati sunset di Tanah Lot. Menikmati sunset di Tanah Lot akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan sepanjang hidup.

Tanah Lot terletak di Kabupaten Tabanan. Lokasi ini relatif mudah dijangkau. Bila datang dari Pantai Pandawa – destinasi favorit sebagian besar wisatawan Indonesia – waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam dengan jarak sekitar 40 kilometer. Bila datang dari kawasan Legian, waktu tempuhnya sekitar 1 jam, dengan jarak tempuh sekitar 25 kilometer.

Traveler sebaiknya menyewa mobil atau sepeda motor sebagai alat transportasi. Tujuannya agar memudahkan saat kepulangan dari Tanah Lot. Tidak ada bus atau angkutan kota yang mengantar penumpang dari lokasi ini saat malam seperti di Kota Jakarta atau Bandung.



Sangat direkomendasikan agar tiba di Tanah Lot sebelum sore, sebab banyak yang bisa dinikmati di kawasan ini sebelum akhirnya menikmati sunset. Traveler yang telah masuk setelah membayar tiket, bisa langsung mencicipi kuliner, atau mencari aksesori yang menarik untuk kenang-kenangan.

Selanjutnya traveler harus berjalan menuju arah pantai. Di sana nanti pandangan mata kita akan tertuju pada keindahan dua pura di atas batu karang yang berbeda, namun jaraknya berdekatan. Satu bernama Pura Luhur Tanah Lot, dan satu lagi bernama Pura Batu Bolong. Keindahan arsitektur dua pura legendaris ini akan membius mata, dan membuat kita takjub pada kehebatan leluhur kita.

Dua pura ini merupakan tempat suci bagi umat Hindu. Jadi traveler yang non-Hindu hanya bisa melihat dan berjalan di sekitar pelataran pura saja. Bila laut sedang pasang, Pura Luhur Tanah Lot akan terlihat seperti berada di atas sebuah pulau karang yang gagah berani menghalau ombak. Selain dua pura yang di atas karang itu,masih ada setidainya enam pura lagi di sekitarnya.

Selanjutnya direkomendasikan bagi traveler untuk mengunjungi satu gua kecil, yang berada di tebing dekat Pura Luhur Tanah Lot berdiri kokoh. Ini destinasi religi sekaligus memacu andrenalin. Di sini ada Gua Ular Suci. Sesuai namanya, di gua ini ada ular yang oleh umat Hindu di sana meyakini ular itu sebagai penjaga pura. Ada tulisan ular suci dan holy snake di sekitar mulut gua itu.

Pawang menyebut ular yang ada di dalam goa ini jenis ular berbisa. Kulit ular berwarna belang hitam putih. Traveler yang ingin menyentuh ular itu sebaiknya memasukkan uang sumbangan ke kota yang sudah disediakan di sana. Tidak ada patokan jumlahnya, hanya sukarela. Setelah memasukkan uang sumbangan, pawang akan membimbing untuk memegang ular itu.

(Foto: Dok Pribadi)


Setelah menjejalahi semuanya itu hingga sore, dan jangan lupa dokumentasi dan selfie, tiba saatnya mencari tempat untuk duduk bersantai ditemani cemilan, menghadap ke arah matahari terbenam. Cari posisi yang nyaman, yang pandangan mata ke arah sunset tak akan terhalang oleh ratusan atau mungkin ribuan wisatawan yang lalu lalang di sekitar tempat itu.

Pukul 17.30 adalah saat yang ditunggu-tunggu. Pada waktu ini sudah terlihat matahari seolah telah berubah warna. Awalnya terlihat putih, lama-kelamaan berangsur-angsur menjadi jingga hingga kemerah-merahan. Menikmati proses perubahan warna ini sangat menyegarkan mata.

Perlahan tapi pasti, matahari bagaikan berjalan pelan-pelan menuruni anak tangga, meninggalkan Tanah Lot untuk sementara waktu. Tanpa terasa langit sudah gelap, waktunya beranjak dari Tanah Lot. Besok matahari akan terbit lagi, dan akan tenggelam lagi di ufuk barat. Selama proses itu masih terjadi, selama itu pula Tanah Lot menjadi destinasi yang membuat penikmat sanset selalu kengen. (*)

Baca Juga: Packing Ringkas Hindari Charge Bagasi Pesawat dengan 5 Langkah Ini

Baca Juga: 5 Cara Kenali Agen Tiket Pesawat Terpercaya